Draft Ini akan Kembali Menjadi Draft
Menaklukan Waras
Setengah suitan memanggil lantang
Di timur Bandung ku bertahan
Menantang ragam badai
Yang datang berulang
Di kaki langit ku tertawan
Menanti sabda datang
Kan menuntun jalan
Air mata yang diseka berlipat ganda
Tertegun tuk sekejap
Menadah harap walau secercah
Takkan purna sudah
Menaklukan warasku
Meski nihil menembus waktu
Sukabumi berputar kencang
100 kilometer memanggilku pulang
Kota saksi batin berperang
Membahasakan liku ke tulang belulang
Basah mata yang diseka berlipat ganda
Tertegun tuk sekejap
Meraih asa walau berpendar
Bertahanlah sedikit lebih lama
Kuyakin kan temukan jawaban atas rahasia
Menikam rindu
wahai matahari, bumi,Pertajam sadarku
Laju berpacu
Menuju musim baru
Dan aku menangis
Dan aku tertawa
Dan aku menggila
Kelak kau mengerti
mengapa aku tak henti
ucapkan namamu kala
kau berkali mencoba
asingkan diriku di suatu
Ruang di dalam dirimu.
Sang kekal dan sangkakala
yang lebih pedih terdengar;
yang akan membunuh kita;
Atas nama doa-doa
di tengah perjalanan kita
menuju rahim renjana
Perihal Nyeri
Adakah ku telah lupa
Caraku untuk melupakan
Buas dan liarnya nestapa
Tentang misteri-misteri sunyi
Bayangi luka nyeri
Lumpuhkanku; hipnotisku
Membatu; beraikan instingku
Demi nama gelap
Kurapalkan larik mantra ke semesta sana
Bring me out from this nostalgia
Meretas ke darahku
Racuni tubuhku
Bring me out from this nostalgia
Lagu IV
Jika bukan untuk enyah,
kita kan kembali terlahir
bukan sebagai siapa-siapa.
Menafikan
Menafsirkan
Menaifkan
Menadirkan
Samsara
lingkar langit yang mahabentang
kuserahkan tubuh ini
pada
yang memungkinkan
tuk mengurai
dan bersimpuh
atas nama falsafah
atas nama kemelekatan
atas nama kesengsaraan
yang pernah menjegal
nasib
maafkanlah seluruh kekeliruan
maafkanlah inti ruh
yang dingin
dan gelap ini
yang luas namun kosong
bahwa setiap tubuh
menginginkan padanan salih
untuk dapat menyesap cahaya
menuju ketenangan.
wahai matahari-bumi
lingkar langit yang
mahabentang
abukanlah samsara
lahirkanlah nibbana
Perlaya
apakah ada daya
dalam kata percaya?
sebab percaya pun
kita tetap perlaya
melucah: meludah;
menyumpah;
mendarah;
melemah; melelah;
menyerah; berserah;
berpasrah.
marabahaya mudah
dipapah
para serapah
hidup berdebam
penuh dengan lebam
apakah ada daya
dalam kata percaya?
sebab percaya pun
kita tetap perlaya
nyaliku mendarat
tatkala matahari
yang luhur itu
menciumi kulitku
aku terpejam sejenak
sembari membiarkan
tubuhku disentuh
arus waktu.
aku tak melawan.
kubayangkan harapan
terkilir oleh kenyataan,
dan entah mengapa
aku tak mengapa.
kali ini sungguh
mestinya kudaratkan
nyaliku, dan begitulah
sadrah akhirnya
lebur lebih luhur
Comments
Post a Comment